Berita Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif Ajarkan 3R Sampah Melalui Praktik Kerajinan

JEMBER — Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Universitas Jember (UNEJ), UPN “Veteran” Jawa Timur, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember mengajarkan pengolahan sampah kepada siswa kelas 5 SDN Tisnogambar 01, Desa Tisnogambar, Jember.

Pembelajaran tersebut mengangkat konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) sebagai cara sederhana untuk mengenalkan pengelolaan sampah sejak usia sekolah. Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Kegiatan diawali dengan permainan sederhana yang melibatkan siswa. Interaksi tersebut digunakan mahasiswa untuk membangun suasana belajar yang lebih aktif sebelum masuk ke materi utama mengenai sampah.

Mahasiswa kemudian menjelaskan pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta pentingnya mengurangi sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diperkenalkan dengan konsep 3R, yaitu reduce untuk mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, reuse untuk menggunakan kembali barang yang masih layak, dan recycle untuk mengolah sampah menjadi produk baru.

Pada sesi praktik, siswa diminta membawa gelas plastik bekas dari rumah. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi hiasan tirai berbentuk bunga. Kegiatan ini diarahkan agar siswa melihat bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas.

Proses pembuatan dilakukan dengan alat dan bahan sederhana, yakni gelas plastik bekas, cat akrilik berwarna merah dan putih, gunting, stapler, serta spidol. Bagian bibir gelas dipotong dan dipisahkan dari bagian bawahnya. Setelah itu, bagian tersebut dibelah menjadi empat dan dibentuk menyerupai kelopak bunga.

Kelopak kemudian ditekuk hingga terlihat mekar. Setelah beberapa kelopak selesai dibuat, siswa mengecatnya menggunakan cat akrilik. Ketika cat mulai mengering, hasil kerajinan disusun memanjang dan disatukan menggunakan stapler hingga menjadi hiasan tirai.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga pengalaman mengubah barang bekas menjadi kerajinan. Kegiatan praktik dinilai dapat membuat materi 3R lebih mudah dipahami karena siswa terlibat langsung dalam proses pengolahan.

Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Edukasi mengenai sampah sejak sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan untuk mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pendekatan pendidikan. Pesan yang dibawa sederhana yaitu pengelolaan sampah tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan kecil dan kreativitas dari barang yang ada di sekitar. (bag)

Penulis: Bagas Aji Dariansyah

Beri Komentar