Berita Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif Ajak Anak-Anak Kembali Bermain Permainan Tradisional

JEMBER — Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Universitas Jember, UPN “Veteran” Jawa Timur, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember mengajak anak-anak di sekitar posko untuk kembali bermain permainan fisik dan tradisional.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mengenalkan alternatif aktivitas di luar permainan digital yang dinilai semakin sering mengisi waktu luang anak-anak. Mahasiswa KKN melihat anak-anak di sekitar posko semakin jarang terlihat bermain bersama. Mereka juga menemukan sejumlah orangtua, khususnya ibu-ibu, yang mengeluhkan anaknya sulit merespons ketika sedang bermain gim daring.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN mengemas kegiatan bermain bersama dengan rangkaian aktivitas fisik. Lebih dari 20 anak di sekitar posko mengikuti kegiatan yang diawali dengan senam pagi.

Setelah senam, anak-anak dibagi untuk mengikuti permainan gobak sodor. Permainan tradisional itu dipilih untuk mendorong anak bergerak aktif sekaligus memperkenalkan kembali permainan yang mulai jarang dimainkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan tebak gaya. Anak-anak diminta memperagakan kata atau aktivitas tertentu tanpa berbicara, sementara anggota kelompok menebaknya. Suasana semakin ramai ketika peserta melanjutkan aktivitas dengan bermain sepak bola dan badminton.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dari masing-masing permainan. Meski terdapat unsur kompetisi, mahasiswa KKN menempatkan interaksi dan kebersamaan sebagai bagian utama dari kegiatan.

Antusiasme anak-anak terlihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 20 orang. Mereka mengikuti setiap permainan hingga selesai dan terlibat dalam aktivitas kelompok bersama anak-anak lainnya.

Selain mendorong aktivitas fisik, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi secara langsung. Permainan seperti gobak sodor juga melatih kerja sama, komunikasi, sportivitas, serta kemampuan mengikuti aturan. Sementara itu, aktivitas olahraga memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak dan mengurangi waktu yang dihabiskan dengan perangkat digital.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan bermain bersama merupakan bagian dari peran pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam menghadirkan aktivitas sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas yang dapat melibatkan anak-anak secara langsung.

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui dorongan aktivitas fisik, serta SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang mengembangkan kerja sama dan keterampilan sosial anak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap permainan tradisional dan aktivitas fisik tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat, tetapi kembali menjadi pilihan bermain anak-anak di lingkungan sekitar posko. (bag)

Penulis: Bagas Aji Dariansyah

Beri Komentar